NAMA : Muhammad Haykal Rifki
NPM : 27414301
NPM : 27414301
KELAS : 2IC10
TUGAS : AMDAL
TUGAS : AMDAL
LIMBAH PLASTIK
1. Pendahuluan
Hampir
setiap orang pasti tidak akan terlepas dari yang namanya bahan plastik dalam
aktivitasnya sehari-hari. Ya, memang plastik telah menjadi komponen penting
dalam kehidupan modern saat ini dan peranannya telah menggantikan kayu dan
logam mengingat kelebihan yang dimilikinya antara lain ringan dan kuat, tahan
terhadap korosi, transparan dan mudah diwarnai, serta sifat insulasinya yang
cukup baik.
Sifat-sifat
bahan plastik inilah yang membuatnya sulit tergantikan dengan bahan lainnya
untuk berbagai aplikasi khususnya dalam kehidupan sehari-hari mulai dari
kemasan makanan, alat-alat rumah tangga, mainan anak, elektronik sampai dengan
komponen otomotif. Peningkatan penggunaan bahan plastik ini mengakibatkan
peningkatan produksi sampah plastik dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran
konsumsi plastik di Indonesia mencapai 10 kg perkapita pertahun, sehingga dapat
diprediksikan sebesar itulah sampah plastik yang dihasilkan.
Seperti telah kita
ketahui bersama bahwa plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan
waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam
penanganannya. Pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bukanlah
solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini. Peranan para
pemulung dalam mengurangi timbunan sampah plastik patut mendapat apresiasi
meskipun ini tidak bisa menghilangkan seratus persen sampah plastik yang ada.
Perlu adanya manajemen sampah plastik mulai dari lingkungan terkecil yaitu
rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan kota yang dikelola oleh
pemerintah kota atau daerah setempat. Untuk memudahkan pengelolaan sampah
plastik pada skala rumah tangga, maka perlu adanya pemahaman tentang
jenis-jenis plastik, kandungan materialnya, hingga dampaknya terhadap
lingkungan sehingga diharapkan terbentuk manajemen pengelolaan yang tepat.
1.1 Permasalahan
Permasalahan yang timbul
dari adanya limbah yang mempengaruhi keadaan lingkungan sekitarnya.
Adapun permasalahan tersebut diantaranya sebagai berikut.
1.Bagaimana akibat adanya limbah plastik ?
2.Adakah
manfaat limbah plastic dalam kehidupan?
2.
PEMBAHASAN
2.1
Seperti
telah kita ketahui bersama bahwa plastik sangat sulit terurai dalam tanah,
membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan
tersendiri dalam penanganannya. Pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
sampah bukanlah solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini.
Peranan para pemulung dalam mengurangi timbunan sampah plastik patut mendapat
apresiasi meskipun ini tidak bisa menghilangkan seratus persen sampah plastik
yang ada. Perlu adanya manajemen sampah plastik mulai dari lingkungan terkecil
yaitu rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan kota yang dikelola oleh
pemerintah kota atau daerah setempat. Untuk memudahkan pengelolaan sampah
plastik pada skala rumah tangga, maka perlu adanya pemahaman tentang
jenis-jenis plastik, kandungan materialnya, hingga dampaknya terhadap
lingkungan sehingga diharapkan terbentuk manajemen pengelolaan yang tepat. Beberapa jenis
plastik yaitu : · PET atau PETE, atau polyethylene therephthalate. Ringan,
murah, dan mudah membuatnya. Penggunaannya terutama pada botol minuman soft
drink, tempat makanan yang tahan microwave dan lain-lain. · HDPE (high density
polyethylene) Lebih kuat dan rentan terhadap korosi, sedikit sekali resiko
penyebaran kimia bila digunakan sebagai wadah makanan, bisa digunakan untuk
wadah shampoo, deterjen, kantong sampah. Mudah didaur ulang. · PVC (polyvinyl
chloride) Plastik jenis ini memiliki karakteristik fisik yang stabil dan
memiliki ketahanan terhadap bahan kimia, cuaca, sifat elektrik dan aliran.
Bahan ini paling sulit didaur ulang dan paling sering kita jumpai penggunaannya
pada pipa dan konstruksi bangunan. · LDPE (low density polyethylene) Bisa
digunakan untuk wadah makanan dan botol-botol yang lebih lembek. · PP
(polypropylene) Plastik jenis ini mempunyai sifat tahan terhadap kimia kecuali
klorin, bahan bakar dan xylene, mempunyai sifat insulasi listrik yang baik.
Bahan ini juga tahan terhadap air mendidih dan sterilisasi dengan uap panas.
Aplikasinya pada komponen otomotif, tempat makanan, karpet, dll. · PS
(polystyrene) Jenis ini mempunyai kekakuan dan kestabilan dimensi yang baik.
Biasanya digunakan untuk wadah makanan sekali pakai, kemasan, mainan, peralatan
medis, dll.
SAMPAH PLASTIK SEBAGAI SUMBERENERGI
Mengingat kandungan energi yang tinggi dari bahan
plastik, maka potensi pemanfaatannya sebagai salah satu sumber energi memiliki
prospek yang cukup bagus di masa mendatang. Dari sini bisa didapatkan dua
keuntungan sekaligus yaitu mengurangi problem sampah dan juga menghasilkan
energi yang bisa digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi
konvensional. Beberapa teknologi bisa digunakan untuk mengkonversi sampah
plastik menjadi bahan bakar diantaranya yaitu :
Konversi ke bahan bakar padat
Dilakukan dengan mencacah sampah plastik dan kemudian
membriketnya untuk nantinya menjadi bahan bakar briket. Bahan bakar ini
kemudian bisa digunakan untuk pembakaran di tungku-tungku industri.
Konversi ke bahan bakar cair
Dengan menggunakan prinsip pirolisis dimana sampah
plastik dipanaskan pada suhu sekitar 500oC sehingga fasenya akan berubah
menjadi gas dan kemudian akan terjadi proses perengkahan (cracking). Setelah
itu didinginkan kembali dan bisa mendapatkan bahan bakar cair setara dengan
bensin dan solar.
2.2 Dampak
Limbah Plastik
Setiap tahun masyarakat Indonesia dilaporkan memakai 100 miliar
kantong plastik. Kebiasaan masyarakat Indonesia memakai kantong plastik yang
didapat secara gratis sudah sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan perhitungan
tersebut, setiap orang di Indonesia menggunakan sekitar 700 tas plastik per
tahun atau kira-kira dua kantong plastik dalam sehari. Ironisnya, banyak dari
sampah kantong plastik tersebut tidak sampai ke tempat pembuangan sampah dan
hanya sedikit yang akhirnya dapat didaur ulang.
Berikut adalah dampak sampah plastik terhadap lingkungan
1.
Racun dari partikel plastik
ketika masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing.
2.
PCB (Polychlorinated
Biphenyl) tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang dan akan
menjadi pembunuh berantai sesuai urutan rantai makanan.
3.
Kantong plastik dapat menganggu
jalur air yang teresap ke dalam tanah.
4.
Kantong plastik dapat menganggu
kesuburan tanah karena dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah.
5.
Hewan-hewan laut seperti
lumba-lumba, penyu laut & anjing laut menganggap plastik tersebut makanan
dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
6.
Ketika hewan mati, kantong
plastik yang berada di dalam tubuhnya tidak dapat hancur dan akan meracuni
hewan lain.
7.
Pembuangan sampah plastik
sembarangan di sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan
aliran sungai yg menyebabkan banjir!
Inilah dampak sampah plastik
terhadap lingkungan. Oleh karena itu, kurangilah penggunaan plastik dan
janganlah membuang sampah plastik sembarangan!
3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Limbah plastic sangat merugikan
berserakan dimasyarakat yg berada dilingkungan sekitar rumah kita dan berada di
tengah tengah masyarakat oleh sebeb itu selagi pelastik masih bias untuk didaur
ulang ,kita sebaiknya melakukanya karena banyak pengusaha yg skses pada bidang
perlimbahan contohnya seperti limbah pelastik ini
3.2 Saran
Sebaiknya sebagian masyarakat kita
harus menjadikan limbah bukan lagi sebagai sampah yg harus dibuang tapi kita
harus kreatif ,bagaimana caranya untuk dijadikan peluang usaha kedepannya harus
lebih memanfaatkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar